Sabtu, 06 Juli 2013

Pengakuan Seorang Hamba : dalam ziarahku



Pengakuan Seorang Hamba : dalam Ziarahku

Assalamua*aalaikum, Ya sahabat semoga keselamatan tetap menjadi milik kita
Di tengah kekuasaan malam-malam yang begitu hening dan bersih
Dalam setiap sengal nafasku kusebut asma-Mu
Meski sujudku hanya sebatas menyentuh untuk keningku saja
Meski langkahku hanya sebatas untuk menginjakkan derap saja
Kali ini ziarahku menjelang jumpa dengan-Mu, sepenuh kesadaran
Kau tempat merapatkan semua susah dan senang. Sungguh!
Hidup tidak seperti saat ini, ia hanya tengah melepas lelah
Digenggamnya berbagai kemungkinan, maka selain Kau
Siapakah yang tahu tentang esok?

Dekatlah sahabat, atau jika dapat lebih dekatlah
Mari kita berbincang, seperti telah Kau ceriterakan kepada YANG TERDAHULU
Tentang mana yang lurus – tentang mana yang benar
Barangkali berkurang rasa ragu ditengah-tengah kehidupan yang congkak
Sebab mereka yang terlampau nyenyak di balik nyanyian modernisasi
Kepada kalbu yang lembut hamba mohon dengan keikhlaasan ziarahkanlah pada kami
Segala kemurahan Samudera ampunan, agar sukma tenteram dalam rahmat-Mu
Layaknya Kau kasihi yang jaga menjajakan diri

Bulan dan bintang-bintang di titik tengah – Menemani jiwa nan gundah gulana
Semoga di dada kuat terpateri
Atau oleh jiwa dapat diresapi
Segala firman dan Fatwa Tuhan yang indah

Assalamu*alaikum, ya pengasih
Hamba mohon diri
Perkenankah lelap saya kepada mimpi yang bagus
Agar diperoleh mengulang jumpa
Yang saya gelisahkan, Kau tak sudi menerima kedatangan hamba
Yang saya takutkan, Kau berpaling dari sujud hamba
O, singkirkan langkah tujuku saya dari yang demikian itu
Atau jika dapat , lebih dekatlah, agar aku mengerti ayat-ayat-Mu kelak

Judul         : "Pengakuan Seorang Hamba : dalam Ziarahku"
                    (Sebuah Apresiasi Menyambut Ramadhan)
Penulis      : Mutiara Cendekia Sandyakala Cipta Lembayung



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar